REMIDIAL MATEMATIKA
Posted by :
Unknown
PAKET SOAL "C"
Metode Subtitusi
X + Y = 1 ==> X = -1 -Y
3X + 2Y = -2
3X + 2Y = -2 X = -1 -Y
3(-1 -Y) +2Y = -2 X = -1 -(-1)
-3 -3Y +2Y = -2 X = -1 + 1
-3 -Y = -2 X = 0
-Y = -2 + 3
- Y = 1
- 1 = Y
HP = {0,-1}
Metode Eliminasi
X + Y = 1 | 3 |
3X + 2Y = -2 | 1 |
3X + 3Y = -3 3X + 2Y = -2
3X + 2Y = -2 - 3X + 2 (-1) = -2
1Y = -1 3X -2 = -2
3X = -2 +2
X = 0/3
X = 0
HP = {0,-1}
Sabtu, 25 Oktober 2014
0
komentar
REMEDIAL MATEMATIKA
Posted by :
Unknown
PERSAMA LINIER
1)-4
x + 5 = 25 6)
3 x – 7 = 9 + - x
- 4 x = 25 – 5 3 x + 3 = 9 + 7
-4 x = 20 4x = 16
x = 20/-5 x = 16/4
x = -5 x = 4
2)7 x + 6 = 14 + 5 x 7) – 5 –
9 = 2 x
7
x – 5 x = 14 – 6 -14 = 2 x
2 x = 8 -14/2 = x
x = 8/2 -7 = x
x = 4
Rabu, 01 Oktober 2014
0
komentar
Fisika (Angka Penting)
Posted by :
Unknown
Angka Penting
Angka penting adalah semua angka yang
diperoleh dari hasil pengukuran. Angka penting terdiri dari atas angka
pasti dan angka taksiran (angka yang diragukan) sesuai dengan alat ukur
yang digunakan.
Misalnya panjang benda yang diukur
ditunjukan seperti gambar 13. Pada gambar tersebut, tampak bahwa ujung
benda terletak diantara angka 11,44 cm dan 11,45 cm. Sehingga, kita
akanmenyatakan bahwa panjang benda yang mendekati kebenaran adalah 15,45
cm. angka terakhir, yakni angka 6 adalah angka perkiraan (taksiran),
karena angka ini tidak terbaca pada skala mistar.
Selasa, 30 September 2014
0
komentar
Fisika (Besaran Dan Satuan)
Posted by :
Unknown
Besaran Dan Satuan
Besaran dan Satuan, 2 konsep mendasar ini sebenarnya haruslah kita pahami terlebih dahulu dalam suatu kegiatan pengukuran
atau lebih jauh lagi kalibrasi. Meskipun hal ini bisa dibilang
sederhana dan mungkin sudah diulas pada waktu kita duduk di bangku SMP
di dalam pelajaran fisika tidak ada salahnya jika kita kembali merefresh
mengenai makna dari 2 kata ini.
Besaran berdasarkan definisi diartikan
sebagai segala sesuatu yang dapat dihitung atau diukur dengan nilai /
angka, dan tentunya mempunyai satuan. Ketiga point yang saya garis
bawahi tersebut merupakan hal wajib dimiliki dari suatu besaran. Jika
tidak, maka tidak dapat dikategorikan sebagai besaran. Setiap besaran
mempunyai satuan yang unik, dimana tidakh mungkin dari 2 besaran yang
berlainan mempunyai satuan yang sama.
Didalam ilmu fisika besaran itu sendiri terbagi menjadi 2 yaitu :
Fisika (Notasi ilmiah)
Posted by :
Unknown
NOTASI ILMIAH
by:Yoga Prayudi
Notasi Ilmiah
Notasi ilmiah adalah cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar atau kecil untuk dengan mudah ditulis dalam notasi desimal standar. Notasi ilmiah memiliki sejumlah sifat yang berguna dan umumnya digunakan dalam kalkulator, dan oleh para ilmuwan, matematikawan, dokter, dan insinyur.
Dalam notasi ilmiah, semua nomor ditulis seperti ini:
Notasi Ilmiah. Menurut aturan notasi ilmiah hasil pengukuran dapat dituliskan
by:Yoga Prayudi
Notasi Ilmiah
Notasi ilmiah adalah cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar atau kecil untuk dengan mudah ditulis dalam notasi desimal standar. Notasi ilmiah memiliki sejumlah sifat yang berguna dan umumnya digunakan dalam kalkulator, dan oleh para ilmuwan, matematikawan, dokter, dan insinyur.
Dalam notasi ilmiah, semua nomor ditulis seperti ini:
Notasi Ilmiah. Menurut aturan notasi ilmiah hasil pengukuran dapat dituliskan
a,…x 10n
a = bilangan asli 1 sampai 9
n = bilangan eksponen
n = bilangan eksponen
Dalam notasi ilmiah
hasil pengukuran harus dinyatakan dalam 1 angka di depan koma. Angka
125 jika kita tuliskan dalam bentuk baku (notasi ilmiah) menjadi 1,2 x
102.
Rabu, 13 Agustus 2014
0
komentar
Matematika (Bilangan Pangkat)
Posted by :
Unknown
Bilangan Pangkat
By:Yoga Prayudi
1. Bilangan Berpangkat Sederhana
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama. Misalkan kita temui perkalian bilangan-bilangan sebagai berikut.

Perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama seperti di atas, disebut sebagai perkalian berulang. Setiap perkalian berulang dapat dituliskan secara ringkas dengan menggunakan notasi bilangan berpangkat. Perkalian bilanganbilangan di atas dapat kita tuliskan dengan:

Bilangan 23, 35, 66 disebut bilangan berpangkat sebenarnya karena bilangan-bilangan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk perkalian berulang. Bilangan berpangkat an dengan n bilangan bulat positif didefinisikan sebagai berikut.

By:Yoga Prayudi
BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama. Misalkan kita temui perkalian bilangan-bilangan sebagai berikut.

Perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama seperti di atas, disebut sebagai perkalian berulang. Setiap perkalian berulang dapat dituliskan secara ringkas dengan menggunakan notasi bilangan berpangkat. Perkalian bilanganbilangan di atas dapat kita tuliskan dengan:

Bilangan 23, 35, 66 disebut bilangan berpangkat sebenarnya karena bilangan-bilangan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk perkalian berulang. Bilangan berpangkat an dengan n bilangan bulat positif didefinisikan sebagai berikut.

Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.




